Annyeong Haseyo.....Welcome To My World......

LOVELY....WITH YOUR HEART AND YOUR LOVE....

Selasa, 29 Mei 2012

Autumn in Love (Season Story #4)

         “Ibu!!!!”teriak seorang anak laki-laki berusia 10 tahun sambil berlari menuju seorang wanita yang duduk di pinggir kolam ikan. Aku menegok kea rah anak itu lalu memeluknya. “Ibu….ayo kita pergi jalan-jalan…”ajak anak laki-laki sambil menarik tanganku. “Kim Joo…pelan-pelan dong sayang…ibu nanti bisa jatuh ke kolam ikan…”kataku sambil berusaha berdiri. “Nina…kamu sudah siap bukan??”tanya laki-laki di belakang anak itu. “Iya….Han Soo oppa….”kataku sambil menatap wajahnya. “Ayo..kita pergi….”teraik Kim Joo senang lalu menggandeng tanganku dan tangan Han Soo erat.
          Aku Nina, dan sekarang usiaku sudah 37 tahun. Aku sudah menikah dengan Han Soo dan memiliki putra yang lucu, Kim Joo. Kami memutuskan tinggal di Seoul dan membangun anak perusahaan papa dan mama di sini. Aku berhenti dari jabatanku sebagai direktur utama setelah Kom Joo lahir di dunia ini. Aku tidak mau Kim Joo akan tumbuh seperti diriku dulu pada saat mama dan papa gila dengan pekerjaannya. Aku menatap Kim Joo yang duduk di kursi belakang dari kaca spion. “Ibu....”kata Kim Joo sambil melambaikan tanganya padaku. Kim Joo tersenyum senang. Aku tersenyum juga melihatnya. “Hey...Kim Joo....anak ayah yang pintar...kamu sudah belajar keras untuk ujian mu bukan??”tanya Han Soo. “Iya dong ayah...aku pasti bisa menjadi nomor satu di sekolah lagi...”kata Kim Joo senang. Aku melirik Han Soo yang tersenyum bangga. “Nina...kita jadi ke rumah Ji Min dulu??”tanya Han Soo. “Iya…aku akan menghubunginya kalau kita sudah dalam perjalanan menuju ke sana…”kataku sambil menghubngi Ji Min. “Jadi kita akan pergi dengan So Yeon???”tanya Kim Joo. “kamu senang bukan???”goda Han Soo. “Apaan sih…”elak Kim Joo. “Kamu suka kan pada So Yeon???”ejek Han Soo. “Ayah…”teriak Kim Joo sambil tersipu-sipu. “Wah anak ibu sudah besar ya…”kataku sambil memandang wajah Kim Joo yang kemerahan. “Ibu….”kata Kim Joo menahan malu. Aku dan Han Soo hanya tertawa.
          Kami tiba di suatu taman yang indah yang dulu sering kudatangi pada waktu kecil. Aku bercerita banyak dengan Ji Min, Han Soo asyik mengobrol dengan suami Ji Min dan Kim Joo sibuk bermain dengan So Yeon. “Oh Ya…kamu masih ingat kita dulu pernah menonton acara musik di gedung stasiun televise???”tanya Ji Min. “Tentu saja…karena aku tersesat dan aku bertemu dengan artis idolaku tapi aku tidak menyadarinya…”kataku sambil tertaw kecil. “Iya…kamu sangat beruntung…kamu malah mendapatkan foto dan tanda tangan dari Hyomin T-ARA...aku iri padamu...”kata Ji Min. aku hanya tersenyum. “Tak terasa ya…sudah banyak hal yang kita lalui bersama selama kita bersahabat…”kataku. “Iya…tapi bukankah lebih baik kalau kita meningkatkan hubungan kita ini menjadi lebih serius???”tanya Ji Min. “Maksudnya apa???”tanyaku bingung. “Itu…”tunjuk Ji Min. aku melihat Kim Joo dan So Yeon yang asyik bermain. Aku tersenyum. “Aku juga setuju…”kataku sambil memeluk pundak Ji Min. “Jadi kita akan menjadi saudara…”kata Ji Min bahagia. Aku mengangguk pasti. Aku dan Ji Min menatap Kim Joo dan So Yeon yang berm,ain dengan gembira.
          Aku berjalan menyusuri jalan yang dulu pernah terjadi pertemuan dengan anak musim dingin, Dae Woo. Terlintas teringat kembali memori masa itu. Aku hanya tersenyum mengingat kejadian itu. “Dae Woo...kamu masih hidup kan??”tanyaku sambil memegang jantungku. Aku berjalan lagi dan menemukan tempat duduk di belakang sebuah SMU dan terlintas dalam benakku ketika aku dan Han Soo duduk berdua memandang senja di sore hari. Memoriku kembali menguak peristiwa di mana Han Soo menyatakan perasaan cintanya padaku. “Musim semi yang indah dan tetap menjadi keindahan sampai sekarang...”kataku sambil melirik Han Soo yang sedang tertawa bersama Kim Joo. Aku duduk di kursi taman yang dulu pernah kutempati bersama mama dan papa pada waktu piknik bersama. Terlintas dalam bayanganku kenangan bersama mama dan papa. “Mama...papa....”bisikku sambil mulai meneteskan air mata. Tiba-tiba Han Soo sudah duduk di sampingku dan memeluk pundakku. “Han Soo....”kataku mulai menangis teringat akan mama dan papa. “Sudahlah...”kata Han Soo sambil mengusap rambutku dengan lembut. Aku menyandarkan kepalaku di dadanya. “Berjanjilah…akan terus bersamaku…”kataku pelan. “Aku berjanji…”kata Han Soo pasti. “Ibu…kenapa menangis…ayah menjahili ibu ya???”tanya Kim Joo tiba-tiba. Aku mnghapus air mataku dan tertawa geli. “Iya…”jawabku. “Ayah!!!Jangan nakal pada Ibu…kali ini aku memaafkan ayah…tapi lain kali jika terjadi lagi maka aku akan menghukum ayah…”teriak Kim Joo marah. Aku tertawa geli melihat tingkah laku Kim Joo. “Ampun…ampun pahlawan super…aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi…”kata Han Soo sambil menunduk takluk pada Kim Joo. “Bagus-bagus…”kata Kim Joo sok bijak. “Anak ayah sudah bisa jadi pahlawan ya???”kata Han Soo sambil mengangkat Kim Joo ke udara dan menggendongnya di punggung. “Ayo pulang…”kata Han Soo. “Baik…”jawabku dan mengikuti Han Soo dan Kim Joo.
          Selama perjalanan menuju tempat parker, sesekali Han Soo dan Kim Joo bertingkah aneh dan menggelikan, membuatku tak berhenti tertawa melihat tingkah mereka berdua. Tiba-tiba ada yang menabarakku dari belakang. Seorang anak laki-laki kecil seumuran Kim Joo langsung menunduk dan meminta maaf. “Tidak apa-apa..kamu tidak apa-apa bukan??”tanyaku sambil melihat anak itu. “Tidak apa-apa kok…”kata nak itu dan menatap wajahku. Betapa kagetnya ketika kulihat wajahnya begitu mirip dengan Dae Woo. “Maafkan saya…maafkan saya…”anak itu masih terus meminta maaf. “Sudah tidak apa-apa..lain kali hati-hati ya…”kataku. “Terima kasih banyak…”kata anak itu lalu lari meninggalkan aku, Han Soo dan Kim Joo. “Dae Woo..akhirnya kamu bisa hidup di kehangatan yang sebenarnya…”batinku. “Ayo jalan lagi…”ajak Han Soo. Aku mulai berjalan lagi menuju tempat parkir. “Wah…Kim Joo sudah punya pacar…”teriak Han Soo padaku. “Siapa??”tanyaku. “Pacarnya itu yang tadi bermain bersamanya itu lho…”kata Han Soo. Kim Joo tertunduk malu dan memukuli tangan Han Soo. “So Yeon ya…”godaku pada Kim Joo. “Wah…akhirnya nanti ibu bisa jadi saudara dengan Ji Min…senangnya…”pekikku. “Ah…ibu dan ayah suka ngeledek melulu nih…”gerutu Kim Joo sambil berjalan meninggalakan aku dan Han Soo dengan cepat. “Han Soo!!!!Tunggu ayah…”teriak Han Soo sambil berlari mengejar Kim Joo. Aku berjalan dengan perasaan yang bahagia dan tentu saja penuh dengan cinta dan kehangatan.
^^^^^S.E.L.E.S.A.I^^^^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

penulis

penulis

Halloooo.....

Foto saya
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia
You can add me on fb ; Sung Anggie Hyolic or send to my email : My_stories54@yahoo.co.id Selamat menikmati blog pribadiku.... Gamsahamnida...